SIDEBAR

Fujifilm Xplore Sawarna with Fujiguys Indonesia X Fujishopid

0 comments
Nov 07 2017

Event yang sudah lama ditunggu para anggota Fujiguys Indonesia pun tiba. Pada tanggal 20-22 Oktober 2017 yang lalu, Fujifilm Indonesia mengadakan event #FujifilmXploreSawarna. Disponsori oleh Fujifilm Indonesia serta di support oleh Fujishopid . Sekitar 30 orang peserta event ini pun berangkat dari titik kumpul di sekitar pancoran menuju Sawarna. Perjalanan yang memakan waktu sekitar 8 jam dan luar biasa berkelok-kelok pun tidak menyurutkan semangat para peserta.

Tiba di penginapan sekitar pukul 02.00 WIB di hari Sabtu, peserta langsung beristirahat dan mempersiapkan diri menuju Legon Pari sekitar pukul 04.00 WIB untuk berburu matahari terbit. Perjalanan menuju Legon Pari hanya sekitar 10 menit dari penginapan menggunakan ojek yang sudah di booking sebelumnya. Perjalanan menggunakan ojek cukup seru, jalanan yang sempit, gelap, dan naik turun. Menyeberangi jembatan kayu yang hanya muat satu motor dan setelah itu tanjakan, tikungan tajam dan langsung menurun. Keahlian ojek Sawarna luar biasa.

Legon Pari

Menuju Legon Pari.

Tiba di Legon Pari, Ari Amphibia sebagai photography mentor trip ini pun memulai briefing singkat dan doa sebelum peserta turun ke area karang. Setiap peserta ditemani oleh satu orang ojek yang membantu membawakan tas dan sekaligus sebagai pengawas karena sering kali fotografer pada saat serius hunting, kurang memperhatikan kondisi sekitar, misalkan air yang semakin lama semakin naik, lalu apabila ombak yang datang akan besar, para ojek pun akan mengingatkan setiap peserta.

Legon Pari adalah salah satu spot untuk berburu matahari terbit di Sawarna. Matahari muncul dari balik bukit dan mulai menyinari karang-karang yang terus terhantam ombak besar. Jajaran karang-karang ini menjadi pemisah antara para peserta dan Samudera Hindia. Ombak besar yang menghantam karang-karang ini lah yang menjadi obyek favorit peserta hunting untuk diabadikan. Berbekal teknik slow speed , air dari ombak yang menghantam karang lalu mengalir ke bawah karang akan menjadi seperti air terjun.

Behind the scene kegiatan hunting peserta di Legon Pari:
(Photos by @ceritawira@yogasaja79, & @sukadimanasaja)

 

Setelah puas berburu matahari terbit di Legon Pari, para peserta dikumpulkan di pondokan-pondokan tidak jauh dari pantai Legon Pari ini untuk beristirahat sejenak sambil sarapan pagi. Tidur-tiduran di pondokan dan terkena angin pantai, kantuk pun datang menghampiri.

Setelah makan siang, Ari Amphibia pun menghimbau agar para peserta beristirahat di penginapan sambil menunggu waktu sore sekitar pukul 15.00 WIB untuk acara berikutnya yaitu berburu matahari terbenam di Tanjung Layar.

Tanjung Layar

Pukul 15.00 tepat para peserta sudah berkumpul di halaman penginapan untuk langsung berangkat ke Tanjung Layar. Perjalanan kurang lebih sama dengan ke Legon Pari, yaitu sekitar 10 menit. Menyusuri garis pantai Pasir Putih, kami pun tiba di Tanjung Layar. Sesuai namanya, di tengah-tengah pantai ini terdapat dua buah batu yang sangat besar membentuk menyerupai layar kapal dan di sekitar dua batu besar ini terdapat jajaran karang-karang lain yang mengelilingi seolah melindungi dua batu besar ini.

Setelah foto bersama, Ari Amphibia pun memulai briefing dan memimpin para peserta turun kebawah dan menunjukkan spot yang bagus untuk mulai mengambil foto. Karang-karang di tempat ini ukurannya lebih besar dibandingkan dengan di Legon Pari. Selain lebih besar, jajaran karang Tanjung Layar jauh lebih panjang, sehingga walaupun banyak fotografer dan pengunjung, tetap ada spot untuk mengambil foto, tidak akan kehabisan.

Behind the scene kegiatan hunting peserta di Legon Pari:
(photos by @ceritawira, @yogasaja79, & @sukadimanasaja)

Hari pun semakin gelap, sebelum memasuki blue hour, Ari Amphibia mengumpulkan para peserta di pinggir pantai untuk memulai atraksi spesial trip ini, yaitu steel wool dan kembang api. Steel wool sudah dipersiapkan dan dibawa oleh panitia dari Jakarta. Dengan bantuan salah satu ojek untuk memutar steel wool, para peserta pun mulai memotret atraksi ini dengan aba-aba Ari Amphibia. Setelah atraksi steel wool sebanyak 3 kali, atraksi utama pun dimulai, yaitu kembang api. Dua orang ojek menyeberangi air yang sudah hampir sepinggang menuju ke balik batu Tanjung Layar. Dengan aba-aba, kembang api pun mulai dinyalakan dan muncul dari balik 2 buah batu besar Tanjung Layar. Atraksi ini dilakukan sebanyak 3 kali sehingga para peserta memiliki cukup waktu untuk mengabadikan atraksi ini. Menurut Ari Amphibia yang sudah lebih dari 10 kali ke Sawarna, atraksi ini adalah yang pertama kali dilakukan di Sawarna, jadi atraksi yang sangat spesial untuk para peserta trip ini.

Setelah itu para peserta bersantai sejenak sebelum menuju ke penginapan untuk menyantap makan malam yang tidak kalah spesial juga, yaitu Lobster khas Sawarna. (Photos by @ceritawira & @sukadimanasaja)

Waktunya besantai-santai sejenak setelah makan dimanfaatkan oleh Ari Amphibia untuk mengumpulkan beberapa peserta yang ingin memperlihatkan hasil foto-foto selama hunting dan diberi masukan oleh Ari Amphibia. Setelah sesi dari Ari Amphibia, beberapa peserta sendiri juga terlihat ada yang sharing cara-cara post-processing foto-foto lansekap yang biasa ia terapkan. Tidak lama kemudian, para peserta pun kembali beristirahat karena masih ada satu hunting lagi yaitu berburu matahari terbit di Tanjung Layar.

Keesokan paginya sekitar pukul 04.00 WIB, para peserta sudah menuju ke Tanjung Layar dengan jalur yang sama. Tiba di Tanjung Layar, karena hari masih cukup gelap, bermodalkan senter para peserta mulai turun ke bawah dan mengikuti Ari Amphibia untuk mendapatkan spot yang bagus. Tidak bisa terlalu lama untuk berburu matahari terbit di Tanjung Layar karena dalam waktu yang singkat air kembali pasang.

Setelah selesai sesi foto, para peserta berkumpul kembali di pondokan di pinggir pantai untuk bersantai sambil sarapan pagi. Ada beberapa peserta yang langsung kembali ke penginapan untuk bersiap-siap kembali ke Jakarta.

Ada juga beberapa peserta yang memilih berjalan kaki kembali ke penginapan untuk hunting foto kesibukan-kesibukan masyarakat di tempat ini. (Photos by @ceritawira & @sukadimanasaja)

Sekitar pukul 13.00 para peserta pun kembali ke Jakarta menggunakan bus dan tiba di Senayan sekitar pukul 20.00. Semua peserta terlihat sangat puas. Selain mendapatkan pengalaman dan mentoring dari fotografer lansekap yang berpengalaman, para peserta juga mendapatkan teman baru dan refresh dari kegiatan rutinitas sehari-hari.

Terima kasih sebesar-besarnya kepada Fujifilm Indonesia, Fujishopid, dan juga Ari Amphibia atas terselenggaranya acara ini.

November 2017

 

Wira Siahaan
ceritawira.com


Fujiguys Indonesia sebuah komunitas pengguna kamera FUJIFILM yang saat ini tersebar di bebeapa daerah, untuk teman-teman yg ingin join di grup chat bisa menghubungi sbb :

FGI General Chatroom : Andreas Ignatius Ajun

FGI Surabaya : Dite De Molay, Henry Limanto

FGI Yogjakarta : Setiyoko Agus

FGI Bandung : Kherisna Irawan

FGI Semarang : Hendra Tanzil

FGI Medan : Yuliana Ferlim

FGI Solo : Dwi

FGI Girls : Dewi Ayu Naraswari

Selalu gunakan #fujiguysid dan #ceritafg1 di setiap postingan dan upload foto baik Instagram atau di Fb utk berkesempatan di fitur oleh akun IG @fujiguys_id

0