SIDEBAR

Memahami Exposure dalam Fotografi (Untuk Pemula)

0 comments
Feb 06 2020
Post's featued image.

Halo!

Artikel kali ini saya akan mencoba membahas mengenai pemahaman dasar exposure dalam fotografi.

Sebelum menuju apa itu exposure, mari kita samakan dulu pengertian dari fotografi.

Kata fotografi itu lahir dari bahasa Yunani yang terdiri dari Photos yang berarti cahaya dan Grafo yang berarti menggambar, maka dari itu fotografi biasa dikenal dengan kata menggambar menggunakan cahaya.

Nah, setelah sama-sama ngerti apa itu fotografi, baru kita lanjut ke exposure.

Apa itu exposure?

Exposure sendiri kalau dalam bahasa teknis adalah seberapa banyak cahaya yang masuk ke dalam film roll atau sensor digital kamera.

Cahaya yang masuk ke dalam sensor inilah yang nanti akan membantu foto kita, apakah pas, gelap, atau terlalu terang.

Ada 3 komponen yang mempengaruhi terang atau gelap pada hasil foto, yaitu:

  • Shutter Speed
  • Aperture
  • ISO

Terus, apa saja komponen exposure sebenarnya?

Yang mempengaruhi exposure itu adalah shutter speed dan aperture saja.

Tetapi, ISO menjadi pengaruh terang atau gelap pada hasil foto kita, maka dari itu kita terbiasa dengan menyebut tiga komponen ini sebagai segitiga exposure.

Tujuan dari segitiga exposure ini adalah menemukan “titik tengah” dimana gambar yang kita hasilkan tepat pencahayaannya, tidak terang, tidaklah terlalu gelap.

Shutter Speed

Shutter speed atau kecepatan rana, merupakan komponen yang paling mudah untuk dipahami. Shutter speed adalah seberapa lama kamera mengambil gambar, atau istilah lainnya adalah seberapa lama sensor kamera terpapar cahaya.

Semakin cepat shutter speed, maka artinya semakin cepat atau sedikit waktu sensor terpapar cahaya, yang artinya gambar yang dihasilkan bisa menjadi lebih gelap.

Semakin lama shutter speed, maka artinya semakin lama atau banyak waktu sensor terpapacar cahaya, yang artinya gambar yang dihasilkan bisa menjadi lebih terang.

Contohnya:

Aperture

Aperture atau diafragma atau biasa disebut dengan bukaan. Aperture ini kalau dianalogikan dengan bentuk mata, maka aperture ini adalah pupil mata kita.

Pernah coba tidak saat bercermin, arahkan sumber cahaya ke mata kita dan lihat perubahan pupil kita?

Kalau kita memperhatikan dengan baik, pupil kita akan berubah menjadi besar kecil sesuai dengan cahaya yang masuk ke dalam mata kita.

Itu karena mata kita berusaha mengatur cahaya yang masuk ke mata kita supaya tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap saat diproses oleh syaraf kita.

Kembali bahas aperture. Kita bisa melihat aperture pada lensa yang bentuknya bisa membuka membesar dan mengecil.

Semakin besar bukaan aperture, maka artinya semakin luas tempat lewat cahaya, yang artinya gambar yang dihasilkan bisa menjadi lebih terang.

Semakin kecil bukaan aperture, maka artinya semakin kecil tempat lewat cahaya, yang artinya gambar yang dihasilkan bisa menjadi lebih gelap.

ISO

ISO atau dulunya dikenal dengan ASA. ASA, American Stardard Association, adalah asosiasi yang menentukan standarisasi sensitivitas sebuah film kamera pada tahun 1943.

Jadi sebenarnya ASA ini adalah nama sebuah asosiasi, bukan sebuah istilah fotografi. Tetapi nama asosiasi tersebut digunakan untuk menjadi sebuah istilah fotografi yang berkaitan dengan sensitivitas film.

Pada tahun 1940an, ada 2 asosiasi yang menentukan standar sensitivitas dari film, ASA dan DIN, asosiasi standarisasi dari Amerika Serikat dan Jerman.

Tetapi pada tahun 1974, kedua asosiasi tersebut setuju untuk menyatukan standar sensitivitas film mereka menjadi standar dari asosiasi yang bernama ISO.

ISO sendiri adalah organisasi standarisasi internasional.

Nah, ISO/ASA adalah sensitivitas sebuah film terhadap cahaya, atau tingkat sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya.

Semakin tinggi nilai ISO, semakin sensitif sensor terhadap cahaya, yang artinya gambar yang dihasil bisa menjadi lebih terang.

Semakin rendah nilai ISO, semakin kurang sensitif sensor terhadap cahaya, yang artinya gambar yang dihasilkan bisa menjadi lebih gelap.

Efek lain dari Komponen Segitiga Exposure

Sebenarnya shutter speed, aperture, dan ISO, tidak hanya berpengaruh terhadap terang-gelap sebuah gambar yang kita hasilkan. Ada efek-efek lain dari komponen-komponen tersebut.

Silakan simak terus fujiguysid.com untuk update artikel mengenai efek lain dari komponen segitiga exposure.

Terima kasih. 🙂

0