SIDEBAR

FGI-Semarang 3rd Sharing Room: Coffeetography

Dec 18 2017

 

Budaya meminum kopi merupakan salah satu kebiasaan yang tidak bisa di tinggalkan, hal ini banyak digemari dari berbagai macam jenis kalangan. Sedangkan tren kopi sendiri berjalan seiring dengan tren “foto kopi atau moto kopi” hal itulah yang dinamakan dengan coffeetography.

Di media sosial trend ini merebak begitu cepat dan dianggap sebagai salah satu hal paling happening saat ini. Tapi tak semua mengenal dunia coffeetograpy yang sebenarnya telah menjadi “lahan baru” di dunia fotografi. Setelah kemunculan food photography, coffee photography-lah yang disebut-sebut menjadi salah satu ranah yang di gemari di media sosial khususnya Instagram.

Tips memoto kopi

  • Kenali Produk Kopinya
    Sebelum memfoto produk minuman kopi sudah dipastikan kita harus mengenali minuman kopi tersebut. Jika tak kenal, tentulah akan kesulitan dan hasilnya tidak maksimal.Yang dimaksud dengan mengenali produk yang akan difoto adalah misalnya kamu akan memfoto cafe latte atau cappuccino, kamu harus paham benar dengan dua jenis minuman kopi ini. Minuman ini adalah minuman dengan foam dan latte art di permukannya.Jika terlalu lama difoto foam bisa ‘turun’ dan latte art bisa merubah. Nilai estetikanya pastilah menurun. Jadi sebaiknya foto sebelum apa-apa yang ada rusak dan berubah bentuk. Kenali apa yang mau kamu foto adalah salah satu kunci dari berhasilnya foto kopi kamu.
  • Berani Bermain Angle
    Sama seperti ranah fotografi lainnya, dalam coffeetography kita juga harus berani bermain dengan angle.Cari sudut pandang yang menarik dari lalu abadikan dengan dalam sekali jepret. Jika bosan dengan angle yang satu mungkin kita bisa mengeksplorasi dengan angle lain.

 

Teknik memoto kopi

  1. Flatlay
    Ada banyak teknik juga yang bisa ditiru seperti teknik flatlay. Flatlay sendiri adalah salah satu teknik paling banyak digunakan di dunia media sosial perihal foto-foto kopi ini.
    Flatlay adalah salah satu teknik membidik objek melalui jepretan kamera dari atas kebawah lurus 90 derajat.
  2. Foto Tampak Samping
    “Foto dari samping fungsingya untuk memperlihatkan bagian dalam,” kata dia, Selasa, 26 April 2016. Ia menjelaskan teknik seperti ini pas untuk memperlihatkan layer-layer yang dimiliki segelas cappuccino, misalnya. Jadi layer-layer-nya bisa kelihatan.
  3. Hand’s in Frame (Personal)
    Ia mencontohkan sebuah foto kopi yang tampak dari atas. “Bisa masukkan elemen yang lebih personal misalnya jurnal, pulpen, hp, majalah, atau laptop. Dan, jangan lupa tunjukkan tangan dalam frame,” katanya. Foto ini menunjukkan sisi kepribadian seseorang. Menurut pengarang buku Go Out There and Explore ini, teknik ini sangat disukai. Ia juga menyarankan agar menanbahkan hashtag #handsinframe pada jenis foto ini.
  4. Kesan artistik
    Seorang fotografer amatir juga bisa menciptakan foto yang tetlihat artistik. “Misalnya, foto kopi dengan angle dari atas lalu taburkan bubuk kopi atau gula disekilingnya,” kata dia.
  5. Beri sentuhan fesyen
    “Aku suka kalau mebampilkan sebuah foto, misalnya secangkir kopi, dan menambahkan detail barang fashion,” katanya. Sejumlah aksesori seperto kaca mata, dompet, tas bisa ikut ditampilkan dalam foto.
  6. Beri sentuhan warna
    Terkadang memotret secangkir kopi bisa tampak membosankan karena warnanya yang monoton yakni hitam atau coklat. “Kalau kopi doanh kan hitam atau coklat, jadi bisa tambah warna di sebelahnya misalnya tambahkan aksen buah-buahan supaya seger,” tutup dia.

 

Hal – hal yang diperlukan dalam memoto kopi

  • Preparation
    Mempersiapkan bahan – bahan pendukung dari objek yang akan di foto (property)
  • Lighting
    Menggunakan “Natural Light” untuk menghasilkan sebuah foto yang alami.
  • Sentuhan warna
    Sesuaikan pemilihan warna objek dengan baground agar terlihat lebih menarik. Hal ini bisa juga di sesuaikan dengan konsep atau thema apa yang akan kita ambil.
  • Styling
    Menyusun dan memilih property yang sesuai dengan tujuan untuk mempercantik hasil. Biasanya hal ini lebih banyak di lakukan pada teknik flatlay .
  • Editing
    Editing bertujuan untuk menyempurnakan hasil . Tidak ada patokan khusus dalam hal ini, semua di kembalikan pada selera masing – masing.

 


0