SIDEBAR

Menyeimbangkan Jalan-jalan Keluarga dan Hobi Fotografi

May 04 2017

“If it is important to you, you will find a way. If not, you’ll find an excuse.” ~ Unknown

Mungkin anda seperti saya, setiap kali akan pergi ke suatu tempat untuk berlibur, anda menjadi sangat bersemangat karena anda akan melihat hal-hal baru dan mulai membayangkan foto-foto apa saja yang bisa anda hasilkan. Yang paling bikin ‘galau’ adalah perlengkapan foto seperti apakah yang harus saya bawa?

Saya sendiri sudah berkeluarga dan anak kami sudah berumur 4 tahun dan kami cukup sering pergi jalan-jalan keluarga. Terkadang hanya kami bertiga, terkadang pergi keluarga besar lengkap dengan ibu dan adik-adik saya dan bahkan sering ditambah dengan ikutnya ipar saya bahkan sahabat istri saya. Andai saja mereka juga hobi fotografi seperti saya, pasti akan seru, tapi sayangnya tidak. Istri saya lebih suka jalan-jalan santai saja, tidak terburu-buru. Anak saya lebih suka main di pantai dan cari mainan. Tidak akan ada yang mau saya bangunkan jam 3 atau 4 pagi untuk pergi hunting foto subuh-subuh.

Kondisi keuangan dan waktu setiap fotografer berbeda-beda, saya sendiri tidak memiliki budget dan waktu untuk terus-terusan ikut photography trip, jadi kebanyakan pada waktu berjalan-jalan dengan keluargalah saya manfaatkan untuk melatih kemampuan fotografi sekaligus menulis untuk travel blog saya. Pada perjalanan dengan keluarga seperti inilah saya harus bisa menyeimbangkan antara fotografi melibatkan keluarga dan hobi fotografi pribadi. Sangat penting untuk secara jelas mengerti ekspektasi pribadi saya dan mengerti betul apa yang keluarga saya harapan selama berlibur dari diri saya. Untuk menghasilkan kenangan yang indah bersama keluarga dan foto yang bagus sekaligus, keseimbangan waktu adalah kuncinya.

Berikut adalah 5 tips yang saya bisa saya rangkum dari yang sudah saya alami.

1. Foto di sela-sela waktu
Anda tidak akan mengganggu jadwal itinerary yang sudah disusun untuk keluarga apabila anda mengambil waktu subuh untuk mengambil foto landscape pada saat matahari terbit. Anda masih punya waktu untuk kembali dan ikut sarapan bersama keluarga. Bisa juga mengambil waktu setelah semua kembali ke penginapan, anda keluar lagi untuk hunting night photo.

2. Jangan menyendiri, ikutlah beraktivitas
Libatkan orang-orang yang ikut berlibur bersama anda. Ambil candid portrait mereka pada saat kondisi cahaya bagus dan dokumentasikankegiatan mereka selama perjalanan. Tetapi yang paling penting, saat-saat tertentu simpan saja kamera ke dalam tas dan ikutlah menikmati waktu-waktu berlibur dengan mereka, jangan terlalu sibuk dengan kamera anda. Keberadaan anda secara utuh sangat berarti bagi keluarga anda dan terkadang sebuah kamera yang tergantung di dada atau kamera di depan wajah sudah cukup untuk merusak suasana.


3. Jangan memaksa agar hobi anda dimengerti
Saya tergila-gila dengan fotografi. Tiada hari saya lewatkan tanpa memikirkan tentang fotografi. Terlebih-lebih karena saya seorang travel blogger, saya benar-benar ingin melihat dan explore semuanya, terutama yang ‘berbau’ sejarah. Bagi keluarga saya yang non-fotografer, kegiatan saya mengambil foto setiap saat itu terlihat sangat membosankan dan terkadang menyebalkan. Benar-benar sangat membosankan bagi mereka apabila seandainya saya meminta agar menunggu sebentar karena saya sedang mengabadikan satu momen dengan beberapa sudut. Apabila anda benar-benar ingin waktu khusus untuk foto, ada baiknya anda membuat trip anda sendiri atau rencanakan pada saat keluarga yang lain sedang bersantai atau sedang tidak dikejar waktu, misalnya pada saat coffee/tea time. Jadi, janganlah ada dalam pikiran anda bahwa anda bisa berkeliaran hunting foto pada saat golden hour dimana keluarga anda berharap sudah harus jalan menuju restoran untuk makan malam.

4. Sederhanakan gear anda
Waktu berlibur bersama keluarga, keluarga anda adalah prioritas utama, fotografi prioritas kedua. Dengan urutan seperti itu sudah selayaknya gear foto anda pun sesederhana mungkin. Sudah 2 kali saya berlibur dengan keluarga besar dan saya hanya membawa 1 kamera Fujifilm X-T2 dan 1 buah lensa 23 mm. Dengan gear sederhana seperti itu, mau tidak mau saya pun lebih fokus kepada perjalanan dibanding fotografi dan menulis. Itupun saya masih mampu menghasilkan foto dan tulisan yang sesuai dengan ekspektasi saya.

5. Ikutlah berfoto bersama
“Nasib fotografer, gak ada di foto.” Pasti sering dengar kalimat itu. Kenapa musti seperti itu? Apabila sedang bekerja meliput ya sudah pasti tidak ada foto kita sebagai fotografer, tetapi ini liburan keluarga. Kenangan yang diwakilkan oleh foto tersebut tidak lengkap tanpa ada anda didalamnya. Saya sendiri menyempatkan agar ikut berfoto bersama keluarga / anak / istri. Anak saya sangat senang apabila kami berfoto bersama. Tidak sulit sebenarnya. Berikan kamera anda kepada salah satu keluarga untuk mengabadikan momen anda beserta keluarga. Soal hasil tidak sesuai yang anda harapkan itu tidak menjadi masalah, karena kenangannya akan terus ada. Apabila ingin berfoto grup, setup tripod, pasang timer. Tidak sulit bukan?


Demikian tips-tips dari saya, semoga berguna. Kesimpulannya, sangatlah mungkin untuk mengkombinasikan liburan keluarga dan hobi fotografi. Kuncinya hanya bijaksana dalam mengatur waktu dan manfaatkan sebaik mungkin.
Go and make memories!

Terima kasih sudah membaca

Jakarta, Mei 2017

 

Agus PW Siahaan
aguspwsiahaan.com

0